Sabtu, 05 Januari 2008

Tanaman Obat Disekitar Kita

Tahukah kamu bahwa disekitar kita begitu banyak tanaman yang berguna untuk kesehatan. Lihatlah, di pekarangan dan di lapangan bola dan juga di kebun belakang beberapa warga di tempat kita. Kita bisa menemukan dengan mudah tanaman temu lawak, kumis kucing, jahe, kunyit, rumput belanda, jarak pagar yang bisa kita pergunakan untuk obat berbagai sakit yang sering kita alami sehari-hari. Yuk kita lihat, tanaman apa saja dan untuk sakit apa saja :

Kunyit,
kunyit adalah tanaman tahunan berupa semak. Dari beberapa buku, menyebutkan bahwa tanaman ini berasal dari Binar apda ketinggian 1300- 1600 meter di atas permukaan laut. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Kata curcumma yang merupakan nama lain dari kunyit, malah justru berasal dari bahasa arab dan korkom dari Yunani. Hmmmmm, belum jelas yach. Tapi tidak mengapa, tidak penting dari mana asalnya yang penting adalah bahwa kunyit di ciptakan oleh Tuhan YME sebagai tanaman yang berguna bagi kehidupan. Untuk apa? Selain sebagai bumbu masak, kunyit juga bisa dipakai untuk mencegah timbulnya tetanus apabila kita tertusuk paku. Caranya adalah dengan menghaluskan kunyit dan memanggangnya di atas api, dan ditempelkan pada luka. Maka kita akan terhindar dari tetanus. Selain itu kunyit juga bisa dipakai oleh kaum perempuan sebagai ramuan penghalus kulit sebagai lulur dan dicampur dengan bedak khusus.
Berbagai manfaat kunyit adalah sebagai berikut : 1) untuk menghilangkan kesemutan dengan memeras air rebusan dan meminumnya 2) untuk menghilangkan gatal, baik yang disebabkan jamur pada kulit atau juga gigitan serangga, dengan mengoleskan kunyit yang dihaluskan pada kulit yang gatal dan digigit serangga 3) melancarkan peredaran darah, dengan cara merebus air kunyit dengan asam jawa, biasanya ramuan ini juga dipakai untuk kecantikan dan kesehatan perempuan.

Temulawak,
tanaman temulawak, mirip dengan kunyit, tapi ukurannya lebih besar dan warnanya lebih muda. Kalau kunyit warnanya kuning bata, atau kuning kemerahan tapi kalau temulawak warnanya kuning muda. Jenisnya macam-macam, tapi yang ada ditanam di beberapa rumah sekitar kita adalah yang berwarna kuning muda. Temulawak ini adalah campuran untuk membuat jamu yang baik untuk kesehatan, selain itu juga bisa menjaga fungsi ginjal. Temulawak juga suka dilalap, dan bagus untuk pencernaan dan menjaga nafas agar tetap segar dan harum.

Kumis kucing,
kalian tentu tahu dengan tanaman ini, iya, tanaman ini banyak terdapat di kebun belakang rumah beberapa warga di sekitar kita. Bunganya berwarna putih dengan batang ungu kehitaman, sari madunya banayk dan enak jika dihisap. Tanaman ini berasal dari Afrika tropis, dan kemudian menyebar ke Asia dan Australia. Daun tanaman kumis kucing yang dikeringkan kemudian direbus berkhasiat untuk memperlancar buang air kecil. Selain dikerinkan juga bisa di rebus langsung tanpa dikeringkan. Kumis kucing juga dipakai untuk menyembuhkan batuk encok, masuk angin dan sembelit.

Jahe,
tentu kalian mengenal tanaman ini, Jahe adalah rumpun yang berbatang semu. Berasal dari Asia Fasifik dan kemudian menyebar ke India hingga cina. Selain sebagai bumbu masak dan penyedap bubur kacang hijau, jahe juga berfungsi sebagai bahan obat-obatan. Jahe bisa digunakan untuk menghilangkan alergi pada udara dingin dengan cara di buat minuman dan dicampur dengan gula merah, yang sering disebut wedang. Selain itu jahe juga sering dicampur dengan minyak yang digunakan untuk pijat. Bahkan sekarang jahe juga di buat sirup. Dan saat ini juga jahe dipergunakan oleh petani sebagai bahan pembunuh hama atau pestisida alami.

Selain tanaman rimpang dan semak,
juga terdapat pohon-pohon yang beberapa bagiannya bisa dipergunakan untuk obat. Seperti daun jambu biji dan buah jambu biji muda yang sering dipakai untuk obat sakit perut. Caranya, apabila kita terserang sakit perut karena gangguan pencernaan, maka ambilah daun jambu biji yang muda, ambil sedikit garam bungkus dengan daun jambu biji muda dan kunyah, maka sakit perut akan hilang seketika. Jika tidak suka daunnya, kita juga bisa mengunyah jambu biji yang muda dengan garam, khasiatnya juga sama.

Getah daun jarak,
jarak pagar banyak terdapat di pekarangan rumah disekitar kita, getah jarak bisa kita pergunakan untuk menyembuhkan sariawan. Caranya, dengan memetik sehelai daun jarak, dan meneteskan getah pada pangkal daun jarak ke sariawan. Uuuuuuh rasannya pedih dan sedikit gatal, setelah diteteskan getah, tahan lah selama +/- 2 menit sampai rasa pedihnya hilang, setelah itu, sariawan akan segera sembuh, dan kamu tidak perlu mengunyah sambil meringis kesakitan lagi.

Rumput belanda,
rumput belanda adalah nama yang sering dipakai warga di sini sebagai sebutan untuk rumput yang memiliki bentuk daun mirip daun mint tapi berwarna hijau kekuning-kuningan. Rumput ini bisa mempercepat pemberhentian darah pada saat luka. Biasanya kita suka bermain di tempat-tempat yang terkadang terdapat pecahan beling, kaca, botol dan benda tajam lainnya, nah jika tak sempat pulang kerumah, cepatlah ambil rumput belanda yang sangat banyak tumbuh di sekitar kita, ambil daunya, remas-remas, dan tempelkan pada luka. Maka darah akan cepat berhenti.

Daun ubi,
nah daun ubi juga memiliki fungsi yang sama dengan rumput belanda, biasa dipakai bapak-ibu kita untuk menghentikan darah apabila kita terluka pada saat bermain dan ketika dirumah persediaan obat luka sedang habis. Caranya sama yaitu dengan meremas-remas daun ubi dan menempelkannya pada luka.

Itulah tanaman yang terdapat sangat mudah ditemukan di tempat kita. Kalian bisa mempergunakannya apabila kalian membutuhkannya, baik untuk kalian sendiri ataupun untuk keluarga dan sahabat kita,
selamat mencoba yach....
sumber: internet

Pemanfaatan tanaman obat tingkatkan kemandirian

Jakarta, Kompas - Pemanfaatan tanaman obat perlu dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian dalam pengobatan keluarga dan industri obat berbahan alam di dalam negeri. Selain harganya relatif murah, obat berbahan alam memiliki efek samping sangat kecil. Saat ini diperkirakan terdapat sedikitnya 7.000 jenis tanaman obat di Tanah Air.

"Tanaman obat secara turun-temurun dimanfaatkan masyarakat untuk merawat kesehatan dan menyembuhkan berbagai penyakit," kata Direktur Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, M Syakir, di sela-sela seminar nasional bertema Pengembangan Tanaman Obat Menuju Kemandirian Masyarakat dalam Pengobatan Keluarga, Kamis (7/9), di Jakarta.

Sedangkan Direktur Bina Kesehatan Komunitas Departemen Kesehatan Wandaningsih menyatakan, peningkatan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan dapat dilakukan dengan pengembangan taman obat keluarga (TOGA).

Tujuannya, untuk mengurangi ketergantungan terhadap obat kimia.
Sejumlah manfaat TOGA antara lain, menjaga kesehatan dan meningkatkan kesehatan, mengobati gejala penyakit ringan, dan memperbaiki gizi keluarga.
"Jenis tanamannya diutamakan yang banyak diperlukan dalam keluarga, dapat mengobati penyakit yang melanda daerah, dan bisa digunakan sebagai bumbu, sayur atau buah," tuturnya.

Berkaitan dengan itu, pihaknya mencanangkan pengembangan taman obat keluarga di 199 kabupaten terpencil di Tanah Air secara bertahap dengan melibatkan semua sektor, termasuk pemerintah daerah setempat.

Selama ini akses masyarakat di daerah pelosok terhadap pelayanan kesehatan sangat minim.

Jika pengembangan tanaman TOGA secara terpadu berhasil meningkatkan kemandirian masyarakat dalam penyediaan tanaman obat, biaya subsidi pembelian obat generik bisa dihemat sekitar Rp 300 miliar.

"Secara bertahap, subsidi pemerintah terhadap pelayanan kesehatan dapat berkurang. Tanaman obat juga bisa berfungsi jadi sumber pendapatan masyarakat," kata Syakir.

Tingkatkan produksi

"Kemampuan nasional untuk memproduksi tanaman obat di dalam negeri harus ditingkatkan untuk mengantisipasi terus bertambahnya permintaan obat herbal," kata Syakir.

Sayangnya, pasokan bahan baku tidak terjamin dan mutunya tidak terstandar karena kebanyakan diambil langsung dari alam, bukan lewat budidaya.

Pemanfaatan tumbuhan obat dalam pelayanan kesehatan formal juga memerlukan dukungan semua pihak, antara lain peraturan perundangan yang kondusif.

"Untuk mempercepat pertumbuhan industri obat berbahan alam, pada tahap awal obat herbal seharusnya hanya perlu uji pra klinis untuk pengobatan. Kalau seluruh obat herbal harus melalui uji klinik, butuh biaya besar," tuturnya.

Di masa mendatang, Indonesia harus bisa memanfaatkan teknologi modern untuk menciptakan bahan baku obat lebih terstandar.

Karena itu, dukungan industri pengolahan bahan baku sangat penting agar tersedia ekstrak terstandar tanaman obat, untuk diolah industri obat bahan alam jadi produk bermutu tinggi setelah melalui serangkaian uji pra klinis dan uji klinik.

Penyediaan bahan baku tanaman obat juga dapat dilakukan seluruh warga secara mandiri. Caranya, dengan memanfaatkan pekarangan dalam bentuk tanaman obat keluarga, dan budidaya tanaman obat di lahan khusus dengan menerapkan standar operasional prosedur budidaya tanaman obat agar diterima di dunia internasional.

Untuk meningkatkan kemandirian petani dalam pelayanan kesehatan, jenis-jenis obat yang akan ditanam dianjurkan memenuhi persyaratan antara lain, tanaman sudah terdapat di daerah setempat, mudah dikembangbiakkan, dapat dipakai untuk keperluan lain.

"Kami sedang memetakan jenis tanaman obat yang cocok untuk tiap daerah," ujar Syakir.
sumber: Humaniora (internet)

Tanaman obat Indonesia

Kandungan Curcuma xanthorhiza rox, kurkumin, mengandung sejuta manfaat untuk perbaikan kesehatan.

Indonesia sebagai negara tropis yang dikenal dengan the second mega biodiversity, dibanjiri oleh tanaman yang diketahui secara empiris atau penelitian berkhasiat obat. Salah satunya adalah temulawak yang termasuk dalam keluarga jahe (zingiberaceae). Temulawak (Curcuma xanthorhiza roxb) merupakan tanaman obat asli Indonesia. Meski demikian, penyebaran tanaman yang kondang dengan sebutan curcuma javanica ini, hanya terbatas di pulau Jawa, Maluku, dan Kalimantan. Temulawak tumbuh sebagai semak tak berbatang. Mulai dari pangkalnya sudah memunculkan tangkai daun yang panjang berdiri tegak. Tinggi tanaman antara 2 sampai 2,5 meter. Daunnya bundar panjang, mirip daun pisang. Pelepah daunnya saling menutupi membentuk batang.

Tumbuhan yang patinya mudah dicerna ini dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 750 meter di atas permukaan laut. Temulawak dapat dipanen setelah berusia 8-12 bulan, saat daunnya telah menguning dan kelihatan hampir mati. Umbi akan muncul dari pangkal batang, warnanya kuning tua atau coklat muda, panjangnya sampai 15 sentimeter dan berdiameter 6 sentimeter. Baunya harum dan rasanya pahit agak pedas.

Manfaat temulawak untuk kesehatan, sebenarnya telah lama diketahui secara empiris dan pengalaman turun-menurun dari nenek moyang. Sejak dulu temulawak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung, dan pegal-pegal. Terakhir juga diketahui temulawak bisa menurunkan lemak darah, menghambat penggumpalan darah sebagai antioksidan, dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya imun. Beberapa manfaat tersebut kemudian akhirnya terbukti secara klinis. Melihat manfaat temulawak yang se-abrek ini, tak ayal lagi pemerintah mencanangkan ”gerakan nasional minum temulawak” sejak 2 tahun silam.

Bantu Hati Hantam Toksin

Daging buah (rimpang) temulawak mengandung beberapa senyawa kimia, antara lain minyak atsiri fellandrean dan turmerol, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol, dan kurkumin. Kurkumin diketahui sebagai kandungan yang banyak memberi manfaat, terutama sebagai anti hepototoksik dan antioksidan.

Bagaimana mekanisme kurkumin sebenarnya dalam menyelamatkan “lambang romantisme” ini masih belum jelas. Namun sebuah studi pada hewan percobaan melaporkan, kurkumin secara kuat menghambat enzim cytochrome 4501A1/1A2 di hati. Enzim ini merupakan isoenzim yang terlibat dalam bioaktivasi beberapa toksin termasuk benzo[a]pyrene. Kurkumin ditemukan juga mencegah pembentukan ikatan kovalen antara cytochrome P450 dan DNA. Dan, peneliti menyimpulkan bahwa kurkumin bisa saja menghambat karsinogenesis oleh kimiawi dengan memodulasi fungsi P450.

Selain itu, kurkumin ditemukan juga menawarkan proteksi hati terhadap toksisitas alkohol. Efek ini terbukti pada sebuah studi yang dilakukan pada tikus yang diinduksi dengan etanol 25%. Tikus yang memperoleh kurkumin 80 mg/kg BB mengalami penurunan kadar enzim hati dan produk reaktif asam tiobarbiturat. Di samping itu, sebuah studi lainnya juga menunjukkan, kurkumin menurunkan kerusakan hati melalui pengurangan peroksidasi lipid. Hal ini diamati pada tikus yang hatinya telah diinduksi dengan zat besi. Masih berdasarkan studi pra klinis, kurkumin dilaporkan juga meningkatkan aktifitas glutathione-S-transferase. Enzim ini sangat penting dalam proses detoksifikasi.

Uji Klinis Kurkumin

Sebuah uji klinis yang tidak begitu besar telah dilakukan di Tanah Air untuk melihat manfaat kurkumin dalam memperbaiki fungsi hati. Studi ini melibatkan sekitar 38 pasien gangguan hati atau memiliki nilai SGPT dan SGOT di atas normal dari 5 area (Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Palembang dan Jakarta). Pasien diberikan gabungan kurkumin 25 mg, essential phospholipid 100 mg, dan vitamin E 100 mg. Studi ini menggunakan metoda seeding trial atau tanpa pembanding. Pengamatan dilakukan oleh sekitar 20 peneliti dalam periode Juli-Desember 1998.

Adapun parameter yang digunakan adalah nilai SGPT dan SGOT. SGPT merupakan enzim yang diproduksi oleh hepatocytes, jenis sel yang banyak terdapat di liver. Kadar SGPT dalam darah akan meningkat seiring dengan kerusakan pada sel hepatocytes yang bisa terjadi karena infeksi virus hepatitis, alkohol, obat-obat yang menginduksi terjadinya kerusakan hepatocytes, dan sebab lain seperti adanya shok atau keracunan obat.

Nilai SGPT yang dianggap normal adalah 0 – 35 unit per liter (u/l). Peningkatan nilai SGPT 50 kali dari normal menandakan rendahnya aliran darah pada hati, hepatitis, atau kerusakan sel hati yang disebabkan oleh obat/senyawa kimia seperti CCl4. Peningkatan nilai SGPT ringan sampai sedang dapat disebabkan oleh adanya hepatitis, sirosis, kanker pada hati dan alkohol. Terkadang pada sirosis hanya terjadi peningkatan nilai SGPT 2-4 kali dari nilai normal.

Sementara SGOT banyak dijumpai pada organ jantung, hati, otot rangka, pankreas, paru-paru, sel darah merah dan sel otak. Saat sel organ tersebut mengalami kerusakan, maka SGOT akan dilepaskan dalam darah. Alhasil saat pengukuran akan terlihat korelasi besarnya atau tingkat keparahan sel yang terjadi. Nilai normal SGOT berkisar dari 3 - 45 unit per liter (u/l). Peningkatan nilai SGOT ini dapat disebabkan oleh adanya hepatitis C. Pada hepatitis akut, peningkatan bisa terjadi hingga 20 kali nilai normalnya.

Hasil studi menunjukkan, berdasarkan perhitungan statistik, terjadi penurunan nilai SGOT dan SGPT yang signifikan. Setelah 14 hari terapi, penurunan nilai SGOT dari total pasien mencapai hingga 2,89 kali, sedangkan untuk SGPT mencapai 3,28 kali dibandingkan sebelum pengobatan. Hasil yang tidak berbeda jauh juga ditemukan pada individu yang menderita hepatitis dan non hepatitis. Pasien hepatitis mengalami penurunan SGOT sebanyak 3,48 kali dan SGPT sebanyak 3,82 kali, dibandingkan sebelum pengobatan. Sedang pada individu non hepatitis, terjadi penurunan SGOT sekitar 1,91 kali dan SGPT sebanyak 2,15 kali.

Menggali Manfaat Lain

Hingga kini, telah banyak studi yang dilakukan untuk mencoba mereguk manfaat lain dari umbi berharga ini. Studi yang tengah gencar dilakukan adalah untuk melihat manfaat kurkumin sebagai antitumor guna mengobati penyakit kanker. Sejumlah laporan menunjukkan, kurkumoid termasuk kurkumin memiliki aktivitas kemopreventif dan kuratif melawan kanker. Studi tersebut umumnya dilakukan pada hewan percobaan dengan rute pemberian berbeda dan diuji dengan sistem in vitro. Namun sedikit studi juga telah mulai dilakukan belakangan ini pada manusia.

Manfaat lain yang juga tengah diincar dari kurkumin adalah penghambatan replikasi human immunodeficiency virus (HIV). Sebuah studi menunjukkan, kurkumin menghambat tahap fusion sel virus pada siklus replikasi HIV. Berbagai studi terus dilakukan untuk mencari titik terang. Jika semua terbukti secara klinis, maka tanaman yang mengandung kurkumin akan semakin kaya manfaat. Dan Indonesia tentu akan turut berbahagia, karena tanaman itu adalah asli dari Bumi Pertiwi.
sumber: internet

Pertolongan pertama

Tanaman Obat Keluarga

Tanaman obat bisa membantu memberikan pertolongan pertama pada keluarga, bisa juga menghasilkan uang. Perhatikan cara merawat tanaman ini. Saat harga obat-obatan semakin melangit, orang pun mulai melirik ke ramuan tradisional. Ramuan dari tanaman obat keluarga pun menjadi alternatif.

Ambil contoh pengalaman Ny Lely (30). Pukul 02.00, Ahad, beberapa pekan lalu, ia kebingungan karena si Upik tiba-tiba demam tinggi. Selain terhalang hari libur, ia tinggal di perumahan baru kawasan Jawa Barat, jauh dari kota.

Beruntung, Lely masih bisa meminta bantuan tetangga yang memiliki koleksi tanaman obat. Rebusan tiga lembar daun pegagan dan sambiloto ternyata mampu mengatasi panas tinggi yang dialami Upik. Ia urung membawa anaknya ke dokter karena demamnya reda.

Berangkat dari pengalaman ini, Lely ingin sekali memiliki koleksi tanaman obat untuk mengatasi penyakit yang biasa mendadak menyerang anak-anak. Pusing, panas, batuk, pilek, dan keracunan makanan. Namun, sayang Lely halaman rumahnya sempit.

Tak harus luas

Pemilik Sam's Hortikultura, Syamsudin, penjual bibit tanaman toga di kawasan Jakarta Pusat menjelaskan, lahan sempit bukan halangan untuk menanam tanaman obat. Bagi yang tak punya lahan sekalipun, media dalam pot kecil merupakan solusinya. Rak bersusun dapat menampung 10 hingga 15 pot. Selain itu pot bisa juga digantung.

Berbeda dari tanaman biasa, tanaman obat butuh perlakuan berbeda. Agar berkhasiat, tanaman obat sangat dianjurkan bebas dari bahan kimiawi atau sintetis. Menurut Ketua Pengelola Tanaman Obat Klinik Karyasari Cabang Pondok Gede Tati Winarto, mulai dari media tanam sampai pupuk dan pestisidanya perlu dijaga yang alami.

Di samping itu, menjauhkan tanaman obat dari pupuk, pestisida dan bahan kimia lainnya akan sangat menjaga keaslian tanaman. ''Daun, akar maupun buah yang akan dimanfaatkan sebagai bahan obat tidak akan berarti apa-apa, kalau sudah tercemar pestisida ataupun pupuk kimia. Tidak hanya mengurangi khasiat, fungsinya malah bukan obat lagi. Tidak menyembuhkan, tapi justru merusak atau memperparah penyakit yang diderita,'' jelas Tati.

Ada sejumlah tanaman obat yang yang mudah ditanam dan bermanfaat sebagai pertolongan pertama. Berikut beberapa di antaranya:
  • Sambiloto berfungsi sebagai antibiotik dan mengatasi alergi. Sirih berfungsi sebagai desinfektan pensuci hama dan obat gatal-gatal.
  • Daun kompri efektif mengatasi diare. Daun muda jambu biji berkhasiat mengatasi diare, sementara buahnya sangat efektif meningkatkan kadar trombosit dalam darah secara cepat.
  • Daun rumput mutiara berfungsi mengempeskan kista rahim dan segala tumor. Kunyit putih berkhasiat mencegah kanker. Daun cakar ayam, keladi tikus, jombang dan mahkota dewa sebagai obat kanker. Selain untuk mengatasi kanker, daun dewa juga bisa untuk penderita jantung koroner dan rematik.
  • Tanaman mengkudu, buahnya bisa untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Daun kejih beling dan kumis kucing efektif menghancurkan batu ginjal.
  • Daun bluntas selain dikenal sebagai penghilang bau badan juga bermanfaat memulihkan kesuburan bagi mereka yang susah hamil.
  • Daun blimbing wuluh, seledri, dan valeria (purwo ceng) untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Lengkuas bisa dijadikan obat kulit berpanu.
Menghasilkan uang

Menanam tanaman obat tak cuma bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga bagi 'dompet' keluarga. Menurut Ning Harmanto, produsen ramuan tradisional 'Mahkota Dewa' dari Jakarta, produsen jamu banyak membutuhkan pasokan bahan baku. Ini bisa dimanfaatkan para penanam tanaman obat.

Kendati masih kelas industri rumahan, Ning menghasilkan puluhan ton ramuan tiap bulannya. Ia memasok kebutuhan konsumen dalam dan luar negeri. Permintaan mulai berdatangan dari Singapura, Malaysia, Jepang, AS, dan Australia. ''Sering kekurangan bahan,'' jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Ning bekerjasama dengan sejumlah ibu rumah tangga dan petani tanaman obat di beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kendati begitu, dia masih mengalami kekurangan bahan baku.

Tentu saja tak sembarang hasil tanaman obat bisa diterima. Menurut wanita asal Yogyakarta ini, tanaman obat tersebut harus memenuhi prinsip bertanam alami, menggunakan bahan-bahan organik. ''Jika terserang hama, hanya boleh membuat ramuan pestisida dari bahan tanaman obat juga, bukan dengan semprotan pestisida yang biasa dipakai bercocok tanam lazimnya,'' jelasnya.

Panen pun, menurut pimpimpinan Kelompok Wanita Tani Bunga Lili ini, ada aturannya. Semakin tua umur tanaman, akan semakin bagus karena berkhasiat lebih tinggi. Minimal enam bulan, tanaman obat bisa dipanen baik daun maupun umbinya.
sumber: internet

Bangkitkan vitalitas seks dengan daun katuk

Selain memperlancar dan meningkatkan produksi ASI, daun katuk yang populer sebagai sayur ini bisa juga membangkitkan vitalitas seks, mencegah osteoporosis, dan mengobati macam-macam penyakit.

Banyak tanaman Indonesia yang saat ini telah digunakan secara luas untuk berbagai tujuan pengobatan, selain dikonsumsi sebagai sayur. Salah satunya daun katuk.

Daun katuk adalah daun dari tanaman Sauropus adrogynus (L) Merr, famili Euphorbiaceae. Sebutan lain untuk daun katuk adalah memata (Melayu), simani (Minangkabau), kebing dan katukan (Jawa), serta kerakur (Madura).

Tanaman katuk tumbuh subur di India, Malaysia, dan Indonesia pada ketinggian 0-2.100 m di atas permukaan laut. Tanaman ini berbentuk perdu. Tingginya mencapai 2-3 m. Cabang-cabang agak lunak, daun tersusun selang-seling pada satu tangkai, berbentuk lonjong sampai bundar dengan panjang 2,5 cm, dan lebar 1,25-3 cm.

Campuran Makanan

Sejauh ini dikenal dua jenis tanaman katuk, yakni katuk merah dan katuk hijau. Katuk merah masih banyak dijumpai di hutan belantara. Sebagian pehobi tanaman hias mencoba menanam karena tertarik pada warna daunnya yang hijau kemerah-merahan.

Katuk hijau banyak digunakan untuk keperluan konsumsi, yaitu sebagai sayuran dan obat-obatan. Di Indonesia daun katuk lazim dimanfaatkan untuk melancarkan air susu ibu (ASI), serta sebagai obat borok, bisul, demam, dan darah kotor.

Saat ini, daun katuk sudah diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI. Pada tahun 2000, telah terdapat sepuluh pelancar ASI yang mengandung daun katuk, beredar di Indonesia. Bahka ekstrak daun katuk telah digunakan sebagai bahan fortifikasi pada produk makanan yang diperuntukkan bagi ibu menyusui.

Pengembangan riset mengenai daun katuk terus dilakukan, terutama untuk menghilangkan efek negatif yang mungkin timbul. Daun katuk disarankan untuk dikonsumsi setelah direbus atau ditumis.

Gudang Vitamin C

Dilihat dari nilai gizinya, daun katuk punya nilai gizi yang cukup baik, seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C.

Daun katuk juga mengandung beberapa senyawa alifatik. Khasiat daun katuk sebagai peningkat produksi ASI, diduga berasal dari efek hormonal senyawa kimia sterol yang bersifat estrogenik. Daun katuk juga mengandung efedrin yang sangat baik bagi penderita influenza.

Daun katuk merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Vitamin C dikenal sebagai senyawa utama tubuh yang dibutuhkan dalam berbagai proses penting, mulai dari pembuatan kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat pada tulang), pengangkut lemak, pengangkut elektron dari berbagai reaksi enzimatik, pemacu gusi yang sehat, pengatur tingkat kolesterol, serta pemacu imunitas. Selain itu, vitamin C sangat diperlukan tubuh untuk penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi otak agar dapat bekerja maksimal.

Daun katuk juga merupakan sumber vitamin A yang cukup baik. Vitamin A sangat diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit mata, pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, reproduksi, serta menjaga kesehatan kulit.

Daun katuk juga memiliki kadar kalsium yang sangat baik. Kalsium merupakan salah satu mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi kalsium kurang dari kebutuhan dapat menyebabkan rapuhnya integritas tulang dan osteoporosis di usia dini, umumnya terjadi pada wanita. Tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan oleh kadar kalsium di dalam darah yang sangat rendah.

Selain memperlancar produksi ASI seperti yang dikenal selama ini, daun katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah sperma, termasuk membangkitkan vitalitas seksual. Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat.

Sedikitnya daun katuk mengandung tujuh senyawa aktif yang dapat merangsang sintesis hormon-hormon steroid (seperti progesteron, estradiol, terstosteron, glukokortikoid) dan senyawa eikosanoid (di antaranya prostaglandin, prostasiklin, tromboksan, lipoksin, dan leukotrien).

Menurut Yun (1997), daun katuk mempunyai efek diuretik dengan dosis 72 mg per 100 g berat badan. Menurut Lucia (1997), pemberian infus daun katuk dengan kadar 20 persen, 40 persen, dan 80 persen pada mencit selama periode organogenesis (pembentukan organ) tidak menyebabkan cacat bawaan (teratogenik) dan resorbsi.

Tingkatkan ASI Hingga 1,5 Kali

Daun Katuk sangat berkhasiat untuk meningkatkan produksi ASI. Menurut Sa'roni dkk. (1997), daun katuk dapat meningkatkan produksi air susu pada mencit. Infus daun katuk dapat meningkatkan jumlah asini pada setiap lobulus kelenjar susu mencit.

Penelitian mengenai daun katuk oleh Prof. Sardjono Santoso dari Universitas Indonesia membuktikan bahwa ekstrak daun katuk sangat efektif untuk meningkatkan produksi ASI. Pada penelitian tersebut, daun katuk yang diberikan pada kambing selama 15 hari dapat meningkatkan produksi air susu kambing hingga 1,5 kali.

Sebuah riset yang dilakukan oleh DR. Agik Suprayogi dan DR. Tutik Wresdiyati dari IPB membuktikan bahwa ekstrak daun katuk dapat meningkatkan sekresi air susu pada domba. Domba yang diberi eksttak daun katuk 1,89 mg per hari selama 2 minggu mengalami peningkatan laktoferin pada air susunya.

Laktoferin merupakan bahan bioaktif dalam susu yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel kekebalan tubuh. Laktoferin sering digunakan dalam panelitian biomedis baik in-vivo maupun in-vitro (kultur jaringan) untuk mencegah maupun mengobati beberapa penyakit tertentu.

Di dalam daun katuk diduga terkandung polifenol dan steroid yang berperan dalam refleks prolaktin atau merangsang alveoli untuk memproduksi ASI, serta merangsang hormon oksitosin untuk memacu pengeluaran dan pengaliran ASI.

Bersihkan Racun, Bakteri, dan Virus

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Leenawaty dari ITB membuktikan bahwa daun katuk yang kaya akan klorofil, yaitu 8 persen dari berat kering, paling banyak diantara jenis tanaman lain.

Klorofil atau zat hijau daun adalah molekul kimia yang terdapat pada tumbuhan yang aktivitas utamanya adalah membantu reaksi fotosintesis. Semua tumbuhan hijau dan tumbuhan yang berwarna selain hijau memiliki klorofil. Klorofil tak hanya terdapat di bagian daun, tetapi juga di batang, biji, umbi, atau buah.

Menurut Dr. Leenawaty, klorofil mempunyai manfaat yang sangat baik bagi tubuh manusia. Klorofil dapat membersihkan jaringan tubuh dan tempat pembuangan sisa limbah metabotisme, sekaligus mengatasi parasit, bakteri, dan virus yang ada dalam tubuh manusia. Bahkan, klorofil dapat menghilangkan senyawa kimia yang bersifat racun dalam tubuh.

Turunan dari klorofil (klorofil yang terdegradasi) ternyata masih memiliki manfaat dan tak beracun bagi tubuh. Turunan klorofil feoditin (klorofil yang lepas pusat magnesiumnya) dapat berfungsi sebagai antioksidan. Turunan lainnya adalah chlorophyllide (yakni klorofil yang ekornya terlepas) dapat menggali ke dalam sel atau jaringan dan mengangkat senyawa hidrokarbon, seperti pestisida, timbunan obat, parasit, bakteri, bahkan virus dari dinding sel serta mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Efek Negatifnya Sulit Tidur

Di balik kelebihannya, daun katuk menyimpan sejumlah kekurangan. Selain membantu proses metabolisme di dalam tubuh, glukokortikoid hasil metabolisme senyawa aktif daun katuk dapat mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor. Baik kalsium dan fosfor yang terdapat dalam daun katuk itu sendiri maupun dalam makanan lain yang disantap bersama masakan daun katuk

Di Taiwan, pernah dilaporkan bahwa pada orang yang mengonsumsi jus daun katuk mentah (150 g) selama 2 minggu hingga 7 bulan, terjadi efek samping dengan qejala sulit tidur, tidak enak makan, dan sesak napas. Namun, gejala-gejala tersebut menghilang setelah 40-44 hari penghentian konmumsi jus daun katuk. Menurut Sriana (2006) proses perebusan dapat mengurangi efek negatif dari daun katuk.
sumber: internet

Penambah gairah

Jauh sebelum ditemukan obat penambah gairah seperti viagra dan sejenisnya, sejarah manusia mencatat beberapa jenis bahan pangan maupun minuman yang dipercaya mampu mendongkrak gairah seks, yakni asparagus, kopi, gingseng, dan lainnya. Bahkan, ada camilan penambah gairah yang perlu dicoba.

Ritual bercinta merupakan saat-saat menyenangkan bagi semua pasangan. Sepintas kecupan bibir atau sedikit usapan di tengkuk sudah cukup membakar libodo atau api gairah untuk bercinta. Namun, bila sudah jadi rutinitas, bisa jadi akan muncul komentar, "Wah, kok itu lagi, itu lagi!"

Jika sudah begitu, semua pasangan tentu perlu lebih kreatif untuk mengeksplorasi daya imajinasinya. Mencoba berbagai gaya bercinta ala Kamasutra bisa sangat menantang dan mengairahkan. Mungkin itu solusi yang bisa dipilih, tetapi "gaya aneh" bukan tidak mungkin justru memicu masalah.

Ada cara yang lebih sederhana tetapi berefek tak kalah dahsyat, yakni memilih beberapa jenis bahan pangan atau minuman yang bisa mendongkrak gairah seksual. Asparagus, cabai merah, cokelat, kopi, ginkgo, gingseng, maupun tiram dipercaya mampu menjadi Viagra alami untuk meningkatkan laju gairah maupun libido.

Berikut uraian lengkapnya:

Ginkgo

Herba yang satu ini sangat populer dan sering dihubungkan dengan kemampuannya memperbaiki daya ingat. Secara khusus dalam kehidupan seks, ginkgo berfungsi sebagai antidepresan atau membuat jadi rileks.

Ginkgo memiliki kamampuan meningkatkan aliran darah guna membantu memelihara ereksi yang sempurna. Menurut Journal of Sex Educalion and Therapy, sebuah studi yang melibatkan sejumlah pria impoten menunjukkan bahwa konsumsi ginkgo biloba menunjukkan efek positif setelah enam minggu. Setelah enam bulan, separuh dari responder mendapatkan ereksi mereka kembali.

Secara umum, penggunaan ginkgo dalam bentuk ekstrak untuk dijadikan campuran bahan minuman penghangat atau ramuan lainnya. Ekstrak ginkgo bisa didapat di toko obat tradisional maupun sinse.

Gingseng

Hampir sama dengan ginkgo, herba rimpang ini merupakan tonik bagi tubuh untuk memproduksi nitric oxide, senyawa kunci dalam proses terjadinya ereksi. Ada tiga jenis gingseng, yaitu gingseng cina atau korea yang disebut gingseng asia (Panax gingseng); gingseng amerika (Panax quinquefolius), dan gingseng siberia (E. senicosus).

Orang Cina percaya, gingseng berkhasiat menambah kekebalan tubuh, meningkatkan gairah seksual, fungsi otak, menambah energi, vitalitas, dan stamina. Ginseng juga memperlancar aliran sirkulasi darah.

Gingseng tersedia dalam bentuk teh yang dapat diminum bersama susu, gula, madu, atau campuran jus.

Kopi

Semua orang tahu, kopi asli mengandung kafein tinggi. Penggunaan dalam jumlah terbatas (tak Iebih dari dua cangkir sehari) kafein juga dihubungkan dengan rangsangan seksual dan energi.

Para peneliti dari Southwestern University, Texas, AS, mengungkapkan bahwa kopi dapat mendoagkrak libido perempuan. Untuk mendapatkan manfaat itu. Anda tak perlu jadi pecandu kopi. Bagi sebagian orang yang tidak tahan efek kafein kopi, disarankan untuk memilih kopi jenis cappuccino atau moka. Bila suka, tambahkan sedikit susu atau madu.

Asparagus

Sayuran istimewa ini terbukti sebagai pemasok vitamin E yang potensial. Vitamin E seringkali dihubungkan dengan peningkatan produksi hormon seksual. Selain lezat diolah menjadi beragam masakan, asparagus juga mempunyai kandungan gizi yang sangat baik. Selain vitamin E, asparagus juga mengandung mineral, kalsium, potasium, serta vitamin A dan D.

Sayuran ini rendah kalori, baik dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalani terapi diet. Kandungan seratnya sangat tinggi. Serat dalam asparagus mampu mengikat zat karsinogen penyebab kanker, juga membantu kelancaran proses pencernaan tubuh, sehingga Anda terbebas dari gangguan sembelit atau susah buang air besar.

Beberapa lembaga ilmiah telah melakukan uji klinis terhadap asparagus. Terbukti sayuran ini mampu meningkatkan kesuburan pria. Kandungan asam amino asparagines merangsang ginjal membuang sisa metabolisme tubuh. Zat aktif lainnya dipercaya meningkatkan sirkulasi darah dan membantu melepaskan deposit lemak dalam dinding pembuluh darah. Sangat baik dikonsumsi mereka yang berjerawat, menderita eksim, serta menderita gangguan ginjal dan prostat.

Cara terbaik memasak asparagus adalah dengan mengukusnya agar rasa dan vitaminnya tidak hilang. Hati-hati, jangan memasak terlalu lama agar rasanya tidak berubah jadi pahit. Sebelum dimasak, cuci dahulu di bawah air yang mengalir, lalu patahkan bagian bawahnya yang keras.

Cabai Merah

Bisa jadi rasa cabai merah adalah analogs yang as untuk menggambarkan libido yang selalu menyala atau hot. Kaya dengan kandungan capsaicin, yakni senyawa kimia yang mempu memberikan rangsangan positif pada kerja saraf, sehingga mampu meningkatkan kerja aliran darah dan meredam rasa sakit pada sendi.

Tahun 1997 Dr. Michael Catherine, ilmuwan Amerika Serikat dari Jurusan Farmakologi Sel dan Molekul Universitas California, San Fransisco, meneliti kandungan kimia cabai yang disebut sebagai capsaicin. Penelitan menghubungkan rasa pedas cabai dengan meningkatnya gairah karena stimulan capsaicin.

Meski bermanfaat mendongkrak libido, sebaiknya konsumsi cabal dibatasi, terlebih bagi mereka yang memiliki masalah dengan pencernaan, lambung, maupun gangguan usus. Manfaatkan cabai dalam bentuk sambal yang dicampur lalapan atau tomat segar.

Cokelat

Sudah sejak lama cokelat diidentikkan sebagai camilan yang mampu meningkatkan gairah maupun libido, baik laki-laki maupun perempuan. Alasannya, karena cokelat mengandung phenylethylamine, senyawa alami antidepresi dan stimulan andrenalin yang sering disebut dengan "molekul cinta".

Cokelat dikenal oleh penggemarnya lebih "asyik" daripada ciuman paling hot sekalipun. Studi yang dilakukan para peneliti Inggris ini meyakini satu hal, membiarkan cokelat meleleh di mulut terbukti mampu meningkatkan detak jantung dan lebih mendongkrak gairah daripada berciuman. Kesimpulan ini diungkapkan David Lewis, psikolog dari The Mind Lab Amerika.

Studi ini melibatkan 12 sukarelawan dengan, kisaran usia 25-an. Mereka diminta mengenakan monitor jantung dan elektroda yang dipasang di kepala, untuk mengukur detak jantung dan aktivitas otak. Para peneliti kemudian menganalisis hasil rekaman aktivitas otak dan detak jantung sukarelawan.

Hasilnya, ciuman penuh nafsu sekalipun tak bisa menandingi gairah yang didapat saat cokelat meleleh di dalam mulut. Rangsangan yang dirasakan saat cokelat meleleh di dalam mulut terbukti bisa mengirim semua wilayah otak jauh lebh intens dibandingkan dengan sensasi yang timbul saat berciuman.

Studi tentang cokelat hitam dan gairah seksual juga pernah dilakukan oleh Dr. Andrea Salonia. Dalam pertemuan European Society for Sexual Medicine, akhir tahun lalu, peneliti berkebangsaan Italia ini menyatakan bahwa cokelat mampu membuat mood lebih terpenuhi karena diprediksi mengandung lebih dari 300 substansi kimia, termasuk kafein dalam jumlah kecil, terobomin, dan Phenylethylamine (stimulan yang terkait dengan amfetamin), yang terbukti bisa menaikkan minat dan fungsi seksual.

Tiram

Bisa jadi inilah jenis seafood (makanan laut)yang layak disebut camilan menggairahkan atau sensual snack. Di kalangan masyarakat luas, tiram sudah terkenal sebagai peningkat libido pria.

Kandungan sengnya yang tinggi bisa meningkatkan produksi sperma dan hormon testoteron pada tubuh pria. Bukan hanya itu, tiram juga menganndung dopamin, hormon yang akan mendorong kepuasan seksual.

Cara memasaknya: cuci dan bersihkan cangkang tiram dari berbagai kotoran dengan air mengalir. Keluarkan isinya dan letakkan di atas es. Jika suka, bisa percikan sedikit perasan lemon. Tiram pun siap dinikmati. Jika tak suka dalam bentuk mentah, tiram dapat direbus atau dikukus.
sumber: internet